Sabtu, 19 Desember 2015

*Refleksi Pemilukada Bengkalis 2015
Memandang Negeri Petro Dolar dari Bengkalis

Oleh : SUKARDI

Foto : Tahapan Debat Kandidat Pasangan Calon (Paslon) Pemilukada Bengkalis serentak Tahun 2015 yang dilaksanakan KPU Bengkalis beberapa waktu lalu.(sukardi)

PESTA DEMOKRASI di Negeri Junjungan Kabupaten Bengkalis berangsur menuju klimaknya. Tinggal menunggu jadwal penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Bengkalis Tahun 2015 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkalis.  Sudah barang tentu, Pasangan Calon (Paslon) yang meraih suara terbanyak menjadi pemimpin negeri.
Siapa lagi, kalau bukan Paslon yang dikenal dengan slogan AM-Mantap. Paslon nomor satu ini, unggul telak dengan perolehan suara 99.213 suara dari delapan kecamatan. Kemudian, diurutan kedua suara terbanyak hasil pemilihan langsung diisi Paslon Sulaiman-Noor Charis Putra. Pasangan dengan slogan SNI ini mampu meraih 59.097 suara. Calon bupatinya Sulaiman Zakaria yang punya catatan dua kali nyalon, dua kali gagal.
Sulaiman Zakaria adalah mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkalis di Tahun 2002 sampai 2010. Popularitasnya, sangat kental, dan masih dikenal oleh masyarakat Pulau Bengkalis, meliputi Kecamatan Bengkalis dan Bantan. Garis keturunannya, memang dilahirkan dan dibesarkan di Bengkalis, lahir pada 8 September 1950, di Jalan Almuslihun. Namun, di Pemilukada Tahun 2015 ini, Sulaiman Zakaria bersama wakil bupati pasangannya Noor Charis Putra asal “Negeri Seribu Kubah” hanya mampu meraih 59.097 suara dan menang telak di kandang.
Perolehan suara pemilih di Pulau Bengkalis begitu besar untuk Sulaiman, khusus Kecamatan Bantan meraih 11.661 suara mengalahkan tiga pesaingnya. Kemudian, di Kecamatan Bengkalis juga unggul dengan suara sah 20.534 suara. Sedangkan dikantong suara enam kecamatan lainnya harus mengakui keunggulan dua paslon lainnya. Perolehan itu, Sulaiman menang kandang.
Sementara paslon nomor urut 2 dengan slogan HR, Herliyan-Riza Pahlefi, berada di juru kunci perolehan suara dengan meraih 58.861 suara. Calon dengan latar belakang pernah menjabat bupati selama lima tahun di Tahun 2010 sampai 2015 ini, pada kenyataannya benar-benar kehilangan popularitas. Dimata masyarakat Kabupaten Bengkalis tidak lagi populer. Tapi dimata masyarakat empat Kecamatan yakni Bukitbatu, Siak Kecil, Rupat dan Rupat Utara masih menginginkan Herliyan melanjutkan programnya. Karena dalam perhitungan suara, HR unggul di empat kecamatan tersebut.
Lagi-lagi, Paslon HR juga “menang kandang” dikantong suaranya. Mantan Bupati Bengkalis ini, lahir dan dibesarkan di Lubuk Muda, Kecamatan Bukitbatu menang suara di Kecamatan Bukitbatu. Tentunya sejarah ini juga tak bisa dilupakan, calon yang diusung tiga Parpol besar, PAN, GERINDRA, dan HANURA ini harus mengakui keunggulan Paslon Amril Mukminin-Muhammad yang diusung koalisi Parpol minoritas.
Belum lagi dengan popularitas Herliyan yang pernah menjabat lima tahun sebagai Bupati Bengkalis. Melalui pencitraan dan sejumlah program selama menjabat bupati. Mulai dari Program Usaha Ekonomi Desa (UED) Simpan Pinjam, Program Inbup-PPIP, dan program penguatan infratruktur jalan, jembatan, dan sarana pedesaan. Kemudian, program infrastruktur tahun jamak Multiyears (My). Sayangnya, sejumlah program itu tidak mendongkrak elektabilitas Herliyan dimata masyarakat, justru sebaliknya lebih mendominan isu-isu yang sifatnya pelanggaran hukum, korupsi, kolusi dan nepotisme oleh penguasa.
Paslon yang unggul atas rekapitulasi perhitungan suara oleh KPU Bengkalis, adalah calon penguasa. Sebuah demokrasi yang sangat berhasil terjadi di Kabupaten Bengkalis. Meski ending dari demokrasi yang terjadi, semata-mata hanya mengkedepankan emosional, dan mengkesampingkan sifat rasional pemilih. AM-Mantap, Paslon nomor urut 1 ini mengungguli hasil perolehan dari dua Paslon yang ikut bertarung di Pemilukada Bengkalis, pada Rabu tanggal 9 Desember 2015 lalu.
AM-Mantap, slogan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Amril Mukminin-Muhammad ini, mengantarkan pasangan ini menuju kursi 1 Kabupaten Bengkalis. Modal meraih suara sebanyak 99.213 suara. Menang telak dikampung kelahiran dan mewakili isu kedaerahan yakni Kecamatan Mandau (Duri) dan Kecamatan Pinggir, di dua kecamatan ini, AM-Mantap bisa dikatakan mumpuni, menang 50.985 suara di Mandau, dan 24.209 suara di Kecamatan Pinggir.
Keunggulan AM-Mantap di Kecamatan Pinggir, tanah kelahiran Calon Bupati Amril Mukminin persentasenya sangat besar. Hampir mencapai kurang lebih 80 persen masyarakat pemilih memberikan kepercayaannya ke Amril Mukminin-Muhammad. Begitu juga di Kecamatan Mandau yang dikenal dengan negeri Petro Dolar, kaya minyak bumi, karena Mandau tempat berdiri perusahaan minyak asing PT. Chevron Pasific Indonesia (CPI).  Sekitar 70 persen, suara pemilih di Kecamatan Mandau mendominasi memilih nomor urut 1 ini sebagai calon pemimpin Negeri Junjungan.
Kecamatan Mandau lebih akrab disebut Duri, nama tersohor yang dikenal pejabat tingkat Pusat itu adalah salah satu lading minyak di Provinsi Riau. Ladang Minyak Duri, telah dieksploitasi sejak tahun 50-an dan masih berproduksi. Bersama Minas, dan Dumai, Duri menyumbang sekitar 60 persen produksi minyak mentah Indonesia, dengan rata-rata produksi saat ini 400 ribu-500 ribu barel per hari. Perusahaan tambang minyak CPI ini, dulu dikenal dengan Duri Steam Flood Field, di Tahun 1958 sempat mencapai rekor produksi dengan angka 2 miliar barel.
“Demokrasi yang tercipta di Kabupaten Bengkalis, dari pengamatan saya hanya mengkedepankan emosional, dan mengkesampingkan rasionalnya. Pemilih belum bisa mengkalkulasinya dengan baik. Namun, hasil Pemilukada ini saya nilai sudah maksimal, disisi lain cukup memprihatinkan. Kenapa saya katakana memprihatinkan, karena kalangan Intelektual masih belum bisa mengambil sisi keberhasilan Pemilukada secara utuh,”kata Sekretaris Gerakan Riau Bersatu (GRB) Suryanto Bakri, SH, Sabtu (19/12) akhir pekan lalu yang menyikapi hasil perolehan suara sah tiga Paslon di Pemilukada Bengkalis.
Ia juga menilai, dari kaca mata politik. Misi dan visi masing-masing calon sama sekali belum jelas, dari awal kampanye hingga pencoblosan,  pemilih lebih cendrung menonjolkan sisi keburukan masing-masing Paslon. Sementara, ruang demokrasi terbuka lebar, hanya saja peluang itu menjadi terkotak-kotak akibat rasa memiliki yang masih kurang.
“Otonomi daerah selalu saja melahirkan kartel-kartel, rasa memiliki daerah sangat kurang. Paling tidak seharusnya calon-calon pemimpin itu, jika nanti menjadi pemimpin, maka hendaknya tidak membunuh visi dan misi pemimpin terdahulunya. Memang dalam politik, seperti yang dikutip Thomas Hobbes dalam karyanya berjudul De Cive, Homo Homini Lupus, bahasa latin yang berarti, manusia adalah serigala bagi sesama manusia lainnya, nah ini yang lebih dominan terjadi di daerah berkembang,”paparnya.
Pria kelahiran Desa Selatbaru, Kecamatan Bantan ini menjelaskan, harusnya dengan kondisi keterpurukan ekonomi saat ini, prinsip demikian diimbangi dengan prinsip-prinsip yang brilian.
“Pernyataan penjabat Bupati sangat brilian, diberbagai kesempatan mengatakan, hidupkan lampu kita, jangan matikan lampu orang lain, nah saya rasa prinsip ini lebih mengkdepankan konsep intelektual serta mindset di kehidupan berbangsa, dan bernegara,”tutup pria ”kata pria kelahiran Selatbaru, Kecamatan Bantan ini.

Kursi Mandau Maksimal

Sebagian masyarakat Bengkalis yang hidup sehari-hari dengan berprofesi mulai dari PNS, Swasta, Nelayan, Petani, dan Pedagang, turut mengkoreksi hasil Pemilukada Bengkalis yang sudah terlaksana, dan tinggal menunggu penetapan calon terpilih yang dalam beberapa minggu lagi dilaksanakan. Bicara pembangunan khusus di Pulau Bengkalis yang menjadi pusat perkantoran pemerintahan, diperkirakan akan kembali menjadi tuntutan masyarakat Mandau.
Masih terlintas dalam ingatan, di Tahun 2012 akhir, ketika setahun kepemimpinan Bupati Herliyan Saleh-Suayatno. Disalah satu Hotel berbintang di Kecamatan Mandau, terjadi debat kusir yang cukup menegangkan. Salah seorang warga Duri, memprotes keras Bupati Herliyan, dengan lantangnya berargumen bahwa peserta menawarkan kepada Bupati agar berkantor di Duri saja, jika situasi di Ibukota Bengkalis tidak mengizinkan untuk menjalankan aktivitas.
Tawaran itu ternyata diterima Bupati Herliyan, dengan alasan pertimbangan dan jika itu benar-benar terjadi dirinya akan terlebih dahulu melibatkan berbagai pihak dan elemen masyarakat guna meraih persetujuan. Tawaran itu bukan harga mati, tetap saja tawaran menjadikan Mandau sebagai Kabupaten itu lah yang sebenarnya menjadi tuntutan warga disana, dengan melihat sisi manfaat dan modaratnya.
“Saya memandang. Lambat laun, Kabupaten Mandau itu bisa terwujud, paling tidak lima tahun kedepan, atau satu priode kepemimpinan bupati,”kata Suhendry Senoaji, politisi PKPI yang ikut menunggu pemekaran Kecamatan Mandau, dengan alasan akan menguntungkannya sebagai Caleg di Tahun 2014 lalu.
Menurutnya, keterwakilan 26 anggota DPRD Bengkalis Dapil Mandau-Pinggir ini sangat cukup untuk mewujudkan Daerah Otonomi Baru (DOB). Lantaran, dari hasil survey hampir 100 persen anggota DPRD Bengkalis Dapil Mandau-Pinggir itu berdomisili di dua kecamatan dengan jumlah pemilih paling banyak dari enam kecamatan lainnya.
”Nah, disini kita bisa melihat, dan memandang Mandau itu dari Pulau Bengkalis nantinya,”tutur pria yang akrab disapa Hendry, saat bincang-bincang kepada Posmetro Mandau.
Sepanjang sikap para calon bupati, masih menunjukkan belum dewasa. Saling membuka keburukan, dan saling mengklaim bahwasanya dirinya hebat dan benar dengan program-programnya. Maka salah satu kualifikasi pemimpin tidak akan terwujud dengan baik.

Sebab, salah satu kualifikasi pemimpin yang baik dan amanah itu adalah, membuat rakyatnya makin sejahtera, dan bukan mengklaim sebagai jasa atau kebaikannya, tapi lebih merupakan kewajibannya. Kalau tidak begitu, buat apa memilih dan dipilih bagi para masyarakat pemilih di Pemilukada langsung. Belum lagi, masa jabatan seorang bupati yang terbatas hanya lima tahun menjabat. Masalahnya, mampukah Bupati terpilih itu selama lima tahun membangun negeri? Tentu jawaban masyarakat butuh bupati sekaligus pemimpin.(***)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar